Tampilkan postingan dengan label bab1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bab1. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Juli 2012

contoh sistematika penulisan-skripsi







  1. Sistematika Penulisan
Secara garis besar skripsi ini terdiri dari 6 (enam) bab dengan beberapa sub bab. Agar mendapat arah dan gambaran yang jelas mengenai hal yang tertulis, berikut ini sistematika penulisannya secara lengkap:
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini membahas latar belakang masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, studi review terdahulu, metodologi penelitian, , dan sistematika penelitian.
BAB II LANDASAN TEORI
Pada bab ini diuraikan tentang konsep model pemberdayaan lembaga keuangan mikro; konsep Koperasi, konsep BMT dan konsep Grameen bank. Serta penulis menjelaskan tentang konsep pemberdayaan, dan yang terakhir konsep antarodin dan taawun dalam lembaga keuangan mikro.
BAB III GAMBARAN UMUM DAN DESKRIPSI RESPONDEN
Pada bab ini dijelaskan tentang Gambaran Umum KUM yang menyangkut Profil Karya Usaha Mandiri, Ruang Lingkup dan Kinerja, Perbandingan Model Pemberdayaan, Deskripsi Data Responden serta Uji Validatas dan Uji Reliabilitas.
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini dijelaskan tentang efektifitas pemberdayaan yang dilakukan kepada para anggota KUM melalui 7 indikator. Lalu yang kedua pengukuran kinerja perusahaan dalam pemberdayaan ekonomi mikro dengan menggunakan rasio manajemen dan analisis regresi linier sederhana melalui perhitungan SPSS, lalu yang ketiga yakni penilaian konsep KUM dari perspekrif Islam melalui konsep antarodin dan ta’awun.
BAB V PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan-kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian dan berisi saran-saran yang sesuai dengan permasalahan yang diteliti.

contoh metodologi penelitan-skripsi

  1. Metodologi Penelitian
  1. Pendekatan Penelitian
Dalam skripsi ini penulis menggunakan pendekatan empiris. Yaitu pendekatan dengan menggunakan fakta yang objektif, secara hati-hati diperoleh, benar-benar terjadi, yang didapat dari lapangan yakni data yang diperoleh dari responden.
  1. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dimaksudkan untuk mendapatkan data primer, dilakukan penulis sebagai pelengkap data dalam hasil penelitian kelak yaitu dengan melakukan wawancara dengan reponden yang menjadi objek penelitian untuk memperoleh data yang benar-benar dapat dipertanggungjawababkan kebenerannya.
Selain itu, penelitian juga merupakan penelitian kepustakaan (library research). Penulis akan mendapatkan data dari literatur berupa buku-buku,makalah, artikel dan tulisan-tulisan lainnya yang membahas mengenai perbankan syariah, kinerja, pembiayaan mikro terutama yang menyangkut tentang lembaga kuangan mikro, pemberdayaan, kinerja serta tentang buku buku syariah Islam yang menjadi pokok bahasan dalam skripsi ini.
  1. Jenis Data dan Sumber Data
  1. Jenis Data
  1. Data Kuantitatif
Adalah data yang berupa angka-angka. Kemudian dianalisis lebih lanjut untuk kemudian diambil kesimpulan. Adapun data kuantitatif yang dimaksud yaitu data-data untuk mengukur pemberdayaan yang dilakukan oleh setiap LKM dengan menggunakan ukuran Ibnu Qayyim tentang parameter keberhasilan suatu peradaban.1Disamping itu juga pengukuran kinerja Lembaga Keuangan Mikro dalam hal penyaluran pembiayaan kepada anggota yang ditunjukan dengan angka-angka yang datanya akan ditunjukan dengan tabel distribusi frekuensi dan uji statistik dengan menggunakan SPSS. Serta rasio manajemen dari laporan keuangan Karya Usaha Mandiri dua tahun terakhir.
  1. Data Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang bertujuan untuk membuat pemaparan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada objek penelitian sesuai dengan permasalahan yang diteliti.2
Adapun yang menjadi data kualitatif dalam penelitian ini yaitu data yang bersumber dari hasil pengumpulan data yang diinterpretasikan ke dalam kata-kata sehingga tersusun skripsi ini.
  1. Sumber Data
Sumber data terbagi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang langsung didapat langsung oleh penulis tanpa perantara. Yaitu data yang didapat langsung dari responden yang didapat dilapangan.
Sedangkan data sekunder yaitu data yang didapat oleh perantaraan dalam artian data yang didapat sudah tersedia sebelumnya tanpa harus terjun langsung pada responden. Contohnya data-data tentang profil lembaga keuangan serta laporan keuangan.


  1. Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini mengggunakan teknik pengumpulan data berupa studi dokumentasi (studi pustaka) dan studi lapangan dengan teknik wawancara. Wawancara yang digunakan yaitu wawancara terpimpin, yaitu tanya jawab yang dilakukan dengan responden dengan menggunakan panduan wawancara (angket yang dibacakan) yang berupa kumpulan pertanyaan yang akan ditanyakan kepada responden.
  1. Objek Penelitian
Objek penelitian yang menjadi fokus dalam skripsi ini yaitu nasabah dan Lembaga Keuangan Mikro Karya Usaha Mandiri yang beralamat Jl Raya Leuwiliang Km 09 Desa Kalong Kec Leuwisadeng Bogor.
Untuk jumlah sampel responden yang akan diteliti yaitu sekitar 49 orang yang merupakan anggota/nasabah dari Karya Usaha Mandiri (KUM). Ditambah dengan sampel responden ahli yaitu pejabat (pengurus) yang berwenang dari Karya Usaha Mandiri.
Tentang penarikan sample. Penulis menggunakan Teknik Cluster Sampling yaitu mengambil sampel yang dilakukan dengan membagi populasi menjadi beberapa grup bagian. Grup bagian ini disebut dengan cluster. Beberapa cluster kemudian dipilih secara random dari semua cluster yang ada.3 Dalam hal ini penulis membaginya kedalam empat cluster yaitu: pertanian, industry/kerajinan. Perdagangan, dan jasa. Keempat cluster tersebut merupakan sektor pembiayaan pada Karya Usaha Mandiri.
  1. Metode Analisis Data
Penulis dalam menganilis data terbagi kedalam beberapa metode analisis. yang Pertama menggunakan metode Artificial Neuron Network (ANN)4 dengan menggunakan penilaian berdasarkan wawancara terpimpin yang didapat dari responden. Metode ANN ini digunakan untuk mengukur pemberdayaan yang telah dilakukan oleh KUM kepada anggotanya.
Kedua, pengukuran kinerja KUM dalam hal pemberdayaan yang telah dilakukan kepada nasabah. Caranya dengan melihat seberapa besar pengaruh perkembangan usaha, peningkatan pendapatan, peningkatan pengetahuan dan intensitas menabung terhadap kemampuan nasabah untuk berusaha. Dalam hal ini penulis menggunakan analisis regresi linier berganda, dimana kemampuan nasabah merupakan variabel dependent. Sedangkan perkembangan usaha, peningkatan pendapatan, peningkatan pengetahuan dan intensitas menabung merupakan variabel independentnya. Dalam hal analisis regersi linier berganda ini penulis menggunakan sofware spss 19. Disamping itu kinerja kinerja Karya Usaha Mandiri dengan menggunakan rasio yang dikembangkan oleh Ciaran Walsh5 dan Kasmir.6
Ketiga, menggunakan Statistik Deskriptif. Merupakan statistik yang menggambarkan fenomena atau karakteristik dari data. Karakteristik data digambarkan adalah karakteristik distribusnya.7 Dalam hal ini penulis menggambarkan data yang didapat dari lapangan digambarkan dengan menggunakan grafik agar mudah dipahami.
Keempat yang terakhir yaitu manganalisis tentang konsep Karya Usaha Mandiri dengan menggunakan dua indikator utama. Yakni indikator Ta’awun dan indikator Antarodin. Dalam hal ini penulis membaginya kedalam beberapa sudut pandang. Untuk indikator Ta’awun penulis melihat apa yang dilakukan oleh Karya Usaha Mandiri dalam pola tanggung renteng, hubungan pemilik dana dan pengelola dana, dan Ta’awun sebagai manajemen resiko. Sedangkan untuk indikator Antarodin dilihat dalam penentuan anggota kelompok, dalam aqad, dan dalam pola 221. Lalu yang terakhir penulisi menganalisis dari instrument bunga dan instrument zakat untuk penguatan analisis dari perspektif Islam.
  1. Teknik Penulisan Data
Dalam skripsi ini teknik penulisan menggunakan “ Buku Pedoman Penulisan Skripsi Fakultas Syariah Dan Hukum UIN 2007”.8

1Murasa Sarkaniputra.Ruqyah Syariah:Teori,Model, dan Sistem Ekonomi.(Cirebon:Al-Ishlah Press & STEI Bobos Cirebon,2009),h. 24
2Bambang Kustituanto dan Rudy Badrudin, Statistika 1 (Deskriptif), Jakarta:Gunadarma, 2005),h.3
3 Jogiyanto, Metodologi Penelitian Sistem Informasi. (Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2008), h. 75
4Murasa Sarkaniputra.Ruqyah Syariah:Teori,Model, dan Sistem Ekonomi.(Cirebon:Al-Ishlah Press & STEI Bobos Cirebon,2009),h. 119
5CiaranWalsh, Key ManagementRatios3rd edition(London:Prentice Hall,2002)
6 Kasmir, Manajemen Perbankan Edisi Revisi,( Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2008), h.298
7 Jogiyanto. H. 211
8 Djawahir Hejazziey dkk, Pedoman Penulisan Skripsi, (Jakarta:UIN Press, 2007), cet.1

contoh-kajian studi terdahulu-skripsi

  1. Kajian Studi Terdahulu
Penulis
Ratna Marita Eka C Jurusan Perbankan Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2011 NIM 1070461022005
Pembimbing
Drs Noryamin Aini, M.A NIP 196303051991031002
Judul
Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Sistem Grameen (Studi pada PT. Mitra Bisnis Keluarga Ventura dan Koperasi Baytul Ikhtiar)
Metode
Penelitian lapangan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Pendekatan kualitatif
Hasil
Model pemberdayaan ekonomi perempuan sistem Grameen di PT Mitra Bisnis keluarga ventura dengan Koperasi Baytul Ikhtiar sebenarnya sama. Model pemberdayaan ini dimulai dari proses persiapan awal, uji kelayakan nasabah, pembentukan kelompok hingga latihan wajib kelompok. Namun dalam pelaksanaannya kedua lembga tersebut memiliki beberapa perbedaan latar belakang masyarakat, tujuan, dan bentuk badan hukum.
Perbedaan
Dalam skripsi ini lebih dikhususkan kepada tiga aspek yakni efektifitas pemberdayaan, kinerja KUM dan penilaian dari perspektif Islam.

Penulis
Ratih Ratnasari Jurusan Perbankan Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2010 Nim 103046128239
Pembimbing
Dr. Euis Amalia, M.Ag NIP 197107011998032002
Judul
Pola Grameen Syariah untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Rumah Tangga
Metode
Penelitian lapangan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Pendekatan kualitatif dengan statistik deskriptif
Hasil
Pola Grameen yang diterapkan oleh BMT Baitul Ikhtiar telah sesuai dengan pola grameen bank yang ada di bangladesh dengan ibu-ibu rumah tangga yang menjadi anggotanya. Pendampingan yang dilakukan oleh BMT Baitul Ikhtiar terbukti telah membawa manfaat yang besar terhadap ekonomi ibu-ibu rumah tangga
Perbedaan
Dalam skripsi ini penulis melakukan studi pada Karya Usaha Mandiri yang merupakan pilot projeck Grameen Bank di indonesia

Penulis
Sahat Sibarani Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatra Utara 2001 NIM: 670501042
Pembimbing
Drs Sahat Silaen NIP 130251879 dan Dra T.Diana Bakti, Msi NIP 131568370
Judul
Replikasi Grameen Bank dan Pengaruhnya Terhadap Perekonomian Masyarakat (Studi Kasus Replikasi Grameen Bank Karya Usaha Mandiri Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor Jawa Barat)
Metode
Penelitian lapangan dengan wawancara terstruktur dan dokumentasi. Pendekatan kuantitatif dengan analisa deskriptif
Hasil
Model yang dilakukan oleh Grameen Bank Karya Usaha Mandiri adalah model yang efektif dalam pengentasan kemiskinan. Hal ini sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh grameen bank di Bangladesh. Terbukti dengan pemberian kredit yang diberikan kepada anggota telah mampu meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan.
Perbedaan
Dalam skripsi penulis lebih kepada sisi pemberdayaannya. Dimana karya usaha mandiri yang sekarang telah berbentuk badan hukum koperasi dan telah memiliki unit syariah

Penulis
Rachmat Hendayana dan Sjahrul Bustaman Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Jl Tentara Pelajar, 10 Bogor
Judul
Fenomena Lembaga Keuangan Mikro Dalam Perspektif Pembangunan Ekonomi Pedesaan(Jurnal)
Metode
Penelitian lapangan yang dilakukan di jawa dan luar jawa.Pendekatan dengan metode group interview dan individual indepth interview
Hasil
Keberadaan LKM diakui masyarakat memiliki peran strategis sebagai intermediasi aktivitas perekonomian. Secara faktual pelayanan LKM telah menunjukkan keberhasilan, namun keberhasilannya masih bias pada usahausaha ekonomi non pertanian. Faktor kritis dalam pengembangan LKM sektor pertanian terletak pada aspek legalitas kelembagaan, kapabilitas pengurus, dukungan seed capital, kelayakan ekonomi usaha tani, karakteristik usahatani dan bimbingan teknis nasabah/pengguna jasa layanan LKM
Perbedaan
Penelitian pada skripsi ini disamping ditekankan kepada pola pemberdayaan juga kepada aspek kinerja dan penilaian dari persepektif Islam


contoh-tujuan dan manfaat-skripsi


  1. Tujuan dan Manfaat
  1. Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah:
  1. Mengetahui efektifitas pemberdayaan yang dilakukan oleh Karya Usaha Mandiri dalam peningkatan kualitas anggota
  2. Mengetahui kinerja Karya Usaha Mandiri dalam pemberdayaan ekonomi mikro
  3. Mengetahui penilaian Karya Usaha Mandiri dari perspektif Islam.

  1. Manfaat
Sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah:
  1. Bagi Penulis
Dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta dapat mengaplikasikan dan mensosialisasikan teori yang telah diperoleh selama perkuliahan.
  1. Bagi Peneliti Selanjutnya
Dengan penelitian ini diharapkan dapat menjadi wahana pengetahuan mengenai ekonomi syariah bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk meneliti tentang ekonomi syariah lebih dalam.
  1. Bagi Lembaga Keuangan Mikro (LKM/s)
Menjadi bahan masukan bagi pengelola dalam melaksanakan tugasnya.
  1. Bagi Masyarakat
Diharapkan menghasilkan informasi yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dan masukan yang peduli terhadap ekonomi rakyat.

contoh-batasan dan rumusan masalah-skripsi


  1. Batasan dan Rumusan Masalah
  1. Batasan Masalah
Masalah yang diangkat dalam skripsi ini terlalu luas jika diteliti secara meyeluruh. Maka dari itu agar masalah tidak melebar penulis hanya meniliti Karya Usaha Mandiri yang terletak di daerah Nanggung Bogor. Hal ini didasarkan bahwa Lembaga Keuangan Mikro (LKM) ini cukup besar yakni dengan volume usaha lebih diatas lima puluh milyar dan telah berumur lebih dari dua puluh tahun. Karya Usaha Mandiri meskipun berbentuk Koperasi tetapi telah menerapkan model Grameen Bank sejak awal berdiri hingga sekarang. Karya Usaha Mandiri (KUM) merupakan proyek percontohan LPPI(Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia). Dan kini telah mulai mengembangkan pola syariah dalam pemberdayaan anggotanya.
  1. Rumusan Masalah
Inti masalah yang penulis angkat dalam skripsi ini yaitu bagaimanakah model pemberdayaan yang dilakukan oleh Karya Usaha Mandiri dalam rangka peningkatan kesejahteraan kepada para nasabah yang tak lain adalah perempuan-perempuan miskin.Dalam hal ini untuk mempermudah dalam pemahaman maka penulis membagi permasalahan kedalam beberapa pertanyaan seperti berikut:
  1. Bagaimanakah efektifitas pemberdayaan yang dilakukan oleh Karya Usaha Mandiri dalam peningkatan kualitas anggota?
  2. Bagaimanakah kinerja Karya Usaha Mandiri dalam pemberdayaan ekonomi mikro?
  3. Bagaimanakah konsep Karya Usaha Mandiri dilihat dari perspektif Islam?


contoh latar belakang skripsi

BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Bentuk kegiatan ekonomi yang paling cocok diterapkan di Indonesia ini sebenarnya ada dalam Undang-Undang Dasar yang berbunyi:”Perekonomian Disusun Sebagai Usaha Bersama Berdasarkan Atas Asas Kekeluargaan”.1 Asas kekeluargaan itu ialah KOPERASI!. Perkataan Undang-Undang Dasar ini bukanlah hanya suatu pernyataan yang palingideal untuk bangsa kita, tetapi juga suruhan untuk menuju ke arah sana.2
Di dalam buku yang berjudul Cooperative Movement In Indonesia yang dikarang oleh Dr. Muhammad Hatta menerangkan bahwa Koperasi terbagi menjadi dua bentuk yaitu Koperasi Sosial dan Koperasi Ekonomi. Dalam Koperasi Sosial, kerjasama dilakukan tanpa hitung-hitungan ekonomi yang sebenarnya, seperti bagaimana mendapatkan suatu hasil maksimum dengan pengeluaran sedikit mungkin. Sedangkan Koperasi Ekonomi, dan seterusnya kita sebut Koperasi, adalah bertujuan untuk memajukan bagian terbanyak penduduk yang termasuk ekonominya lemah dengan jalan bekerja bersama-sama.3
Dalam Islam ada sebuah term yang mempunyai relevansi kuat dengan kehidupan umat, antara lain dengan Koperasi yaitu”Al-Dinu Mu’amalah”(Agama adalah mu’amalah). Dari term ini dapat disimpulkan dua cakupan luas yakni: Ekonomi; dalam pengertian suatu hal dimana penghubungan kebutuhan hidup dipertalikan oleh materi (disebut mu’amalah madiyah). Sosial;dalam pengertian suatu hak dimana pergaulan hidup dipertalikan oleh kepentingan moral, rasa kemanusiaan keadilan (disebut mu’amalah al-adabiyah).4
Mengawinkan dua pengertian ini dipandang sama dengan menggaris bawahi Koperasi sebagai salah satu diantara sejumlah bentuk-bentuk kegiatan ekonomi yang tengah dikembangkan saat ini. Dan sangat sesuai bagi suatu bangsa dari negara yang tengah berkembang seperti Indonesia. Terutama Koperasi sebagai bangun ekonomi memiliki watak sosial yang kuat. Di dalam Koperasi semua nilai tersebut yaitu nilai ekonomi dan nilai sosial atau nilai material kebendaan dan nilai moral terpadu di dalamnya.5
Konsep Koperasi memang sangat bagus dan terbukti di beberapa negara seperti Koperasi Rochdale di Inggris, Koperasi Perkreditan di Jerman dan menyebar dari Eropa ke hingga seluruh dunia. Tetapi di Indonesia sekarang ini bagaimanakah realitanya? Realitanya ialah bahwa kita masih jauh daripada cita-cita itu, bahwa kemakmuran rakyat tidak lahir sekalipun dengan kemerdekaan dan keadaulatan, bahwa Koperasi tidak timbul sendirinya dengan ciptaan. Semuanya itu harus diusahakan, diselenggarakan dengan kerja yang sungguh-sungguh.6 Maka dari itu diakui atau tidak eksistensi Koperasi mulai dipertanyakan. Karena Koperasi dibuat hanya sebagai alat politik untuk mendapatkan dukungan. Dimana yang lebih parahnya Koperasi hanya dijadikan jembatan untuk mendapatkan kekuasaan dengan cara instan. Tak mengherankan jika kini orang beramai-ramai mencari konsep lain yang lebih baik dari Koperasi.
Semenjak krisis 1998 hingga sekarang, kemiskinan merupakan masalah kronis yang melanda bangsa Indonesia. Banyak program pengentasan kemiskinan telah dilakukan, tetapi masih dirasakan belum banyak keberhasilannya,. Salah satu upaya penanggulangan kemiskinan adalah dengan memutus mata rantai kemiskinan melalui pemberdayaan kelompok melalui pengembangan microfinance, yakni suatu model penyediaan jasa keuangan bagi masyarakat yang memiliki usaha pada sektor paling kecil yang tidak dapat mengakses bank karena berbagai keterbatasannya.7
Pertumbuhan dan pengembangan usaha-usaha mikro ini terbentur dengan beberapa kendala terutama masalah permodalan. Dimana ketika para pengusaha ini ingin mengembangkan usahanya, tidak ada modal yang bisa digunakan dalam pengembangan usaha tersebut. Akses permodalan terhadap terhadap perbankan pun sulit karena UKM ini dinilai unbankable (tidak memenuhi persyaratan bank dalam pemberian kredit).
Kajian ilmiah tentang micofinance masih dapat dikatakan langka untuk tidak mengatakan tidak hadir sama sekali. Tulisan-tulisan yang ada lebih banyak mengulas persoalan perbankan sebagai sumber pembiyaan (financing) bagi pengembangan Usaha Kecil Mikro. Kalaupun ada barulah tulisan-tulisan yang bersifat teknis tentang operasional, teknik pendirian, mekanisme pengelolaan dan lain-lain, sedangkan yang bersifat kajian ilmiah masih belum banyak diperhatikan.8
Kredit mikro telah dikenal sebagai salah satu strategi efektif dalam pengentasan kemiskinan. Hal ini melibatkan pemberian pinjaman dalam jumlah yang sangat minimal kepada masyarakat miskin, terutama wanita, tanpa disertai dengan jaminan apapun. Tujuan dari program ini adalah untuk memungkinkan para peminjam untuk membentuk usaha yang dapat menghasilkan pendapatan.
Konsep Lembaga Keuangan Mikro (LKM) sebenarnya tidak jauh berbeda dengan konsep Bank sendiri, melakukan penghimpunan dana, penyaluran dana, tapi tidak ikut serta dalam alur pembayaran. Selain itu, penyaluran dana yang dilakukan oleh LKM ruang lingkupnya lebih kecil dan spesifik, yaitu pada usaha-usaha mikro. Hal ini menjadi peluang bagi para UKM untuk dapat mengakses permodalan dalam pengembangan usaha mereka. Selain itu, prosedur yang diterapkan LKM lebih mudah dibandingkan dengan Bank terutama terkait denga collateral/jaminan.
Sekarang ini setidaknya ada tiga model yang sering menjadi perbincangan. pertama model Koperasi, dalam hal ini yang dimaksud hanya Koperasi Simpan Pinjam yang bergerak dalam jasa keuangan. Kedua model Grameen Bank dengan pemberdayaan kelompok yang memfokuskan nasabahnya hanya untuk kaum perempuan miskin. Model ini merupakan replikasi dari Grameen Bank Muhammad Yunus dari Bangladesh. Dan yang ketiga yaitu pola Baitulmaal wat Tamwil dengan sistem syariah. Sesuatu hal yang patut kita apresiasi karena kehadirannya penuh dengan perjuangan. Sebuah ironi di negeri yang mayoritas muslim. Pola Grameen Bank kini polanya beramai-ramai dipakai oleh Lembaga Keuangan Mikro baik itu Koperasi ataupun BMT. Disamping itu BMT yang menjadi Koperasi akibat dikeluarkannya keputusan KementerianKoperasi dan UMKM.
Karya Usaha Mandiri yang beroperasi di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat merupakan salah satu replikasi Grameen Bank di Indonesia. Grameen Bank Karya Usaha Mandiri didirikan pada Tahun 1989 dan pada tahun sekarang telah memiliki anggota kumpulan KUM secara komulatif per bulan Oktober 2011 sebanyak 19.520 orang, 4.523 kumpulan, 1.114 Rembug Pusat yang tersebar di 21 Kecamatan, 160 Desa. Dengan jumlah pembiayaan yang disalurkan sebesar 59.623.281.000. keberhasilan LKM Karya Usaha Mandiri (KUM) adalah mampu melakukan kombinasi model Grameen Bank, Koperasi serta Syariah.
Pada prinsipnya hal-hal yang diuraikan di atas merupakan dasar pertimbangan bagi penulis untuk menyusunnya dalam bentuk skripsi dengan mengangakat judul ANALISIS MODEL PEMBERDAYAAN EKONOMI MIKRO (Studi Pada Karya Usaha Mandiri Bogor)
1 UUD 1945 pasal 33 ayat 1
2 Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun disampaikan pada pidato Mohammad Hatta sebagai wakil Presiden RI, pada Hari Koperasi 1 tanggal 12 Juli 1951. Diambil dari buku Sri Edi Swasono,ed., Mecari Bentuk, Posisi, dan Realitas Koperasi di Dalam Orde Ekonomi Indoesia:Membangun Koperasi Sebagai Soko-Guru Perekonomian Indonesia, cet.III (Jakarta: UI Press,1987),h.1
3Bahri Nurdin. Perkenalan dengan Beberapa Konsep Ekonomi Koperasi (Jakarta: Salemba 4, 1993),h.9.
4Ahmad Dimyati dkk. Islam dan Koperasi: Telaah Peran Serta Umat Islam Dalam Pengembangan Koperasi, (Jakarta:KOPINFO, 1989),h. 69
5Ibid.,
6Ibid., h. 2
7Euis Amalia. Keadilan Distributif Dalam Ekonomi Islam: Penguatan Peran Lkm dan Ukm Di Indonesia (Jakarta: Rajawali Pers, 2009), h.2.
8Euis Amalia. Keadilan Distributif Dalam Ekonomi Islam: Penguatan Peran LKM dan UKM Di Indonesia (Jakarta: Rajawali Pers, 2009), h.26

Template by : kendhin x-template.blogspot.com